Blogger Widgets

Rabu, 04 September 2013

Pertumbuhan Pada Manusia

1. Masa Pembuahan sampai Lahir
Kehamilan didahului dengan pembuahan (fertilisasi). Pembuahan terjadi karena bertemunya ovum (sel kelamin betina atau sel telur) dengan sperma (sel kelamin jantan). Pembuahan akan menghasilkan zigot. Selanjutnya, zigot segera tumbuh dan memasuki rongga rahim.
·         Setelah empat hingga enam hari (akhir minggu pertama) setelah pembuahan, zigot akan tumbuh membentuk embrio. Embrio akan melekat pada dinding rahim (uterus).
  
·         Pada usia empat minggu, panjang embrio sekitar enam sampai tujuh milimeter. Organ tubuh yang penting sudah mulai terbentuk. Jantung belum sempurna. Tangan dan kaki belum terbentuk. Pada akhir minggu ke lima, panjang embrio sekitar dua belas milimeter. 

·         Pada bulan kedua dalam kandungan, embrio berukuran sekitar empat sentimeter. Jantung telah sempurna. Tangan dan kaki telah terbentuk. Rangka telah terbentuk tetapi masih berupa tulang rawan. 

·         Pada bulan ketiga dalam kandungan, embrio kemudian disebut janin (fetus). Panjang janin sekitar lima sampai delapan sentimeter dan berat sekitar 10-45 gram. Pada usia ini semua organ telah terbentuk. Selanjutnya, janin mengalami pertumbuhan memanjang, bertambah besar, dan bertambah berat. 

Pertumbuhan memanjang sangat mencolok selama bulan ketiga, keempat, dan kelima.
·         Pada usia lima bulan dalam kandungan, panjang janin sekitar 15-19 sentimeter dan beratnya kira-kira 250-450 gram. Selama bulan kelima, gerakan janin biasanya dapat jelas dirasakan oleh ibunya. Sedangkan peningkatan berat badan sangat mencolok selama dua bulan terakhir dari kehamilan. 

Di dalam rahim ibu, janin dilindungi oleh selaput-selaput dan cairan (air ketuban). Selaput dan cairan ini berfungsi melindungi janin dari benturan dan goncangan. Selama dalam kandungan, janin mendapatkan zat-zat makanan dan oksigen dari darah ibu melalui plasenta atau ari-ari.
·         Biasanya bayi akan segera lahir setelah usia kandungan 266 hari atau 38 minggu setelah pembuahan. Pada saat lahir, berat badan janin sekitar 3 sampai 3,5 kg dengan panjang kira-kira lima puluh sentimeter. Meskipun ada pula janin yang saat lahir berat badannya kurang dari 3 kg atau lebih dari 3,5 kg.

2. Masa setelah Lahir 
Bayi akan segera bernapas begitu lahir. Paru-paru mulai berfungsi. Saat dilahirkan, secara proporsional kepala lebih besar daripada tubuhnya. Setelah itu lengan, kaki, dan paha tumbuh lebih cepat daripada kepala. Setelah lahir, manusia akan mengalami tahap-tahap perkembangan mulai dari masa anak-anak, remaja, dewasa, hingga manula (manusia lanjut usia). 

Masa pertumbuhan manusia ada batasnya. Secara normal, pada laki-laki pertumbuhan akan terhenti pada usia sekitar 22 tahun. Sedangkan pada perempuan, pertumbuhan akan terhenti pada usia sekitar 18 tahun. Pada kebanyakan remaja, perkembangan tubuh lebih cepat dialami pada waktu mereka berusia 12-18 tahun. Untuk remaja perempuan, pertumbuhan cepat itu biasanya terjadi pada usia 12 tahun, sedangkan untuk remaja laki-laki pada usia 14 tahun. 

Setelah usia 14 tahun, remaja laki-laki biasanya mengejar ketinggalan tinggi dan beratnya itu dan melampaui tinggi serta berat remaja perempuan. Pertumbuhan bayi sampai dewasa dipengaruhi oleh makanan, terutama yang mengandung protein tinggi, hormon, dan faktor keturunan dari kedua orang tuanya. Bahan makanan yang mempengaruhi pertumbuhan adalah bahan makanan yang mengandung protein tinggi seperti ikan, daging, telur, susu, keju, kacang kedelai (tahu, tempe), dan kacang-kacangan lainnya. Hormon yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan adalah hormon tumbuh dan hormon kelenjar gondok (tiroksin). 
a. Masa balita
Berikut tahapan pertumbuhan balita pada setiap usianya :
Usia 1 bulan
  • Di hari-hari pertama setelah kelahiran, bayi belum bisa membuka matanya. Namun setelah berjalan beberapa hari kemudian, ia akan bisa melihat pada jarak 20 cm.
  • Bulan pertama ini bayi akan memulai adaptasinya dengan lingkungan baru
  • Memiliki gerakan refleks alami.
  • Memiliki kepekaan terhadap sentuhan.
  • Secara refleks kepalanya akan bergerak ke bagian tubuh yang disentuh.
  • Sedikit demi sedikit sudah bisa tersenyum.
  • Komunikasi yang digunakan adalah menangis. Arti dari tangisan itu sendiri akan Anda ketahui setelah mengenal tangisannya, apakah ia lapar, haus, gerah, atau hal lainnya.
  • Peka terhadap sentuhan jari yang disentuh ke tangannya hingga ia memegang jari tersebut.
  • Tiada hari tanpa menghabiskan waktunya dengan tidur.
Usia 2 bulan
  • Sudah bisa melihat dengan jelas dan bisa membedakan muka dengan suara.
  • Bisa menggerakkan kepala ke kiri atau ke kanan, dan ke tengah.
  • Bereaksi kaget atau terkejut saat mendengar suara keras.
Usia 3 bulan
  • Sudah mulai bisa mengangkat kepala setinggi 45 derajat.
  • Memberikan reaksi ocehan ataupun menyahut dengan ocehan.
  • Tertawanya sudah mulai keras.
  • Bisa membalas senyum di saat Anda mengajaknya bicara atau tersenyum.
  • Mulai mengenal ibu dengan penglihatannya, penciuman, pendengaran, serta kontak.
Usia 4 bulan
  • Bisa berbalik dari mulai telungkup ke terlentang.
  • Sudah bisa mengangkat kepala setinggi 90 derajat.
  • Sudah bisa menggenggam benda yang ada di jari jemarinya.
  • Mulai memperluas jarak pandangannya.
Usia 5 bulan
  • Dapat mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil.
  • Mulai memainkan dan memegang tangannya sendiri.
  • Matanya sudah bisa tertuju pada benda-benda kecil.
Usia 6 bulan
  • Bisa meraih benda yang terdapat dalam jangkauannya.
  • Saat tertawa terkadang memperlihatkan kegembiraan dengan suara tawa yang ceria.
  • Sudah bisa bermain sendiri.
  • Akan tersenyum saat melihat gambar atau saat sedang bermain.
Usia 7 bulan
  • Sudah bisa duduk sendiri dengan sikap bersila.
  • Mulai belajar merangkak.
  • Bisa bermain tepuk tangan dan cilukba.
Usia 8 bulan
  • Merangkak untuk mendekati seseorang atau mengambil mainannya.
  • Bisa memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya.
  • Sudah bisa mengeluarkan suara-suara seperti, mamama, bababa, dadada, tatata.
  • Bisa memegang dan makan kue sendiri.
  • Dapat mengambil benda-benda yang tidak terlalu besar.
Usia 9 bulan
  • Sudah mulai belajar berdiri dengan kedua kaki yang juga ikut menyangga berat badannya.
  • Mengambil benda-benda yang dipegang di kedua tangannya.
  • Mulai bisa mencari mainan atau benda yang jatuh di sekitarnya.
  • Senang melempar-lemparkan benda atau mainan.
Usia 10 bulan
  • Mulai belajar mengangkat badannya pada posisi berdiri.
  • Bisa menggenggam benda yang dipegang dengan erat.
  • Dapat mengulurkan badan atau lengannya untuk meraih mainan.
Usia 11 bulan
  • Setelah bisa mengangkat badannya, mulai belajar berdiri dan berpegangan dengan kursi atau meja selama 30 detik.
  • Mulai senang memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
  • Bisa mengulang untuk menirukan bunyi yang didengar.
  • Senang diajak bermain cilukba.
Usia 12 bulan
  • Mulai berjalan dengan dituntun.
  • Bisa menyebutkan 2-3 suku kata yang sama.
  • Mengembangkan rasa ingin tahu, suka memegang apa saja.
  • Mulai mengenal dan berkembang dengan lingkungan sekitarnya.
  • Reaksi cepat terhadap suara berbisik.
  • Sudah bisa mengenal anggota keluarga.
  • Tidak cepat mengenal orang baru serta takut dengan orang yang tidak dikenal/asing.

b. Masa anak-anak
Masa anak-anak dimulai sejak lahir (bayi) hingga masa remaja, bayi sangat membutuhkan air susu ibu (ASI). Sebaiknya ASI diberikan pada bayi selama dua belas bulan sejak kelahiran. Hal ini karena bayi membutuhkan ASI selama tahun pertama kehidupannya. Pada usia balita terjadi pertumbuhan sel-sel otak, sehingga diperlukan makanan yang bergizi. 

·         Seiring dengan bertambahnya usia, bayi akan belajar duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan. Otaknya tumbuh membesar dan bayi mulai berbicara. Umumnya bayi mulai berjalan dan mulai berbicara sekitar usia satu tahun. 

·         Pada usia sekitar tiga tahun, anak-anak mulai berbicara kalimat pendek. Anak-anak belajar menggambar, membaca, dan menulis. Bermain merupakan hal yang penting dalam kehidupan anak-anak. Menjelang usia sepuluh tahun, anak-anak sudah mencari teman. Mereka juga sudah tahu bagaimana berbagi, melakukan tugas mereka, dan bekerja sama dengan orang lain.
  
c. Masa remaja (masa pubertas) 
·         Pertumbuhan dan perkembangan manusia menjadi dewasa mengalami suatu tahap yang disebut masa pubertas. Pada masa ini baik laki-laki maupun perempuan menunjukkan pertumbuhan yang cukup cepat. Badan akan bertambah tinggi, bertambah gemuk, dan organ kelaminnya sudah mampu menghasilkan sel kelamin yang matang.

d. Dewasa 
·         Secara biologi, makhluk hidup (organisme) disebut dewasa bila telah menghasilkan sel-sel klamin. Demikian pula pada manusia sebagai makhluk hidup. Pada laki-laki ditandai dengan kemampuan testis (buah zakar) untuk menghasilkan sperma. Pada perempuan ditandai dengan kemampuan ovarium (indung telur) menghasilkan sel telur. Hal ini menunjukkan bahwa manusia telah dewasa yang berarti telah mampu bereproduksi. Pada masa dewasa, badan seseorang tidak mengalami pertumbuhan tinggi lagi, tetapi hanya bertambah berat. 

e. Manula
·         Manula atau manusia lanjut usia, yaitu seseorang yang telah memasuki usia lanjut. Pada usia ini, biasanya organ-organ manusia sudah mulai melemah atau berkurang kemampuannya. Pada manula, biasanya pigementasi rambut kepala telah berkurang, sehingga rambut terlihat memutih. Gigi mulai tanggal bergantian dan tidak akan tumbuh kembali. Biasanya kulit sudah mulai tampak keriput. Pada manula umumnya penglihatan sudah mulai kabur karena daya akomodasi lensa mata berkurang dan pendengaran sering kali sudah berkurang. 

·         Pada manula, aktivitas organ reproduksi mulai menurun. Pada perempuan, ovarium sudah tidak dapat menghasilkan sel telur lagi, sehingga tidak terjadi menstruasi lagi. Masa ini disebut menopause. Akan tetapi, pada laki-laki proses pembentukan sperma masih terjadi, meskipun telah menurun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar